Gubernur Malut: 12 Ribu Lowongan Pemanajat Kelapa Akan Dibuka
Ternate – Gubernur Maluku Utara mengumumkan rencana pembukaan lowongan kerja baru bagi 12 ribu tenaga pemanjat kelapa di wilayah provinsi Malut. Kebijakan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk menekan angka pengangguran sekaligus memaksimalkan potensi sektor perkebunan kelapa yang selama ini menjadi komoditas unggulan masyarakat.
Dalam keterangannya, Gubernur menegaskan bahwa kebutuhan tenaga pemanjat kelapa terus meningkat seiring dengan luasnya areal perkebunan kelapa di Maluku Utara. “Pemerintah daerah akan membuka 12 ribu formasi pemanjat kelapa. Ini bukan hanya soal lapangan kerja, tetapi juga tentang menghidupkan kembali potensi ekonomi berbasis kerakyatan,” ujarnya.
Pelaksanaan program ini akan dilakukan melalui kerja sama erat dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans). Disnakertrans nantinya akan berperan dalam proses rekrutmen, pelatihan, hingga penempatan tenaga kerja, sehingga para pemanjat kelapa memiliki keterampilan memadai, standar keselamatan kerja, serta kepastian pendapatan yang layak.
Selain itu, pemerintah provinsi juga akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota serta pihak swasta agar program ini berjalan terarah dan berkelanjutan. Dengan adanya sinergi lintas sektor, diharapkan 12 ribu tenaga kerja baru dapat segera terserap, meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, sekaligus mendorong penguatan ekonomi daerah berbasis perkebunan kelapa.